Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Batang mendirikan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP).

“Hampir delapan tahun kita menunggu Surat Keputusan (SK) pendirian STKIP. Dulu rekomendasi pertama untuk mendirikan STKIP diberikan Bupati Batang Bambang Bintoro sampai Bupati Batang yang sekarang, Bapak Wihaji, SK pendirian baru turun. Hal ini semoga ini menjadi berkah bagi Bapak Bupati Wihaji,” kata Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Batang, Nasikhin, usai menerima SK Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Kamis (20/12).

Dikatakan, pendirian SKTIP Muhammadiyah akan secara langsung meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM), oleh karena itu ia berharap dukungan dari berbagai pihak, agar SKTIP segera terwujud.

“Kami memilih dua jurusan yaitu PGSD dan Bahasa Inggis. Karena lowongan guru SD sekarang ini cukup banyak dan di era revolusi 4.0 menuntut kemampuan bahasa asing, terutama bahasa Inggris sehingga dibutuhkan inovatif dan kreatif,” ujar Nasikhin yang sehari-harinya menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Batang itu.

Bupati Batang Wihaji dalam kesempatan tersebut mengatakan, ia mengagumi keseriusan PD Muhammadiah yang selalu berkonsentrasi memajukan pendidikan dan kesehatan. Begitu juga dengan lembaga–lembaga usahanya yang bersinergi dengan pemerintah demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang.

“Pendirian Perguruan Tinggi minimal bisa mengurangi pengangguran. Karena kita punya pekerjaan rumah besar selain mengurangi pengangguran dan meningkatkan IPM, juga harus ada sinergitas antar ormas pemerintah,”sebut Wihaji.

Menghadapi revolusi industri sekarang ini, kata Bupati, percepatan teknologi sangat luar biasa. Oleh karena itu harus ada peran dari stakeholder untuk meningkatkan sumber daya manusia.

“Perserikatan Muhammadiyah sudah matang yang tentunya telah memiliki banyak pengalaman dalam berkonsentrasi di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi,”ujarnya.

Bupati juga berharap, dengan banyaknya pendirian perguruan tinggi di Batang, akan berdampak pada peningkatan sumber daya manusia. Sehingga program pemerintah daerah untuk menciptakan 1.000 wirausaha baru bisa tercapai.

“Ratusan investor sudah mengantri, karena kita memiliki sumber energi, infrastruktur pelabuhan, jalan tol dan kereta api. Saya menyakini Batang akan menjadi kota industri, kota wisata, dan kota pendidikan. Dengan potensi itu kita memiliki semuanya. Tinggal kita sebagai masyarakat Batang harus menangkap peluang yang baik ini,” pungkas Wihaji.

 

sumber : https://www.suaramerdeka.com/news/baca/154668/pd-muhammadiyah-batang-dirikan-stkip